Bersyukur
Bersyukur
Hari ini hari ke-2 aku kembali bertemu melihat pasien-pasien. Seneng rasanya bisa bertemu kembali melihat pasien yang menjadi guru terbaik baik aku dan teman-teman. Walau di tengah keterbatasan pandemi ini, tidak bisa dengan leluasa bercengkrama dengan pasien, melihat pasien lebih banyak, ataupun berdiskusi dengan konsulen-konsulen hebat tapi aku tetap bersyukur masih bisa bertemu langsung ke pasien.
Tiap kali menjalani hari bertemu dengan pasien selalu mengingatkan ku artinya rezeki, artinya bersyukur. Apalagi ketika 4 bulan lalu saat aku lagi di stase bedah, banyak sekali kejadian yang menamparku, kejadian yang mengingatkan aku untuk selalu bersyukur. Ketika bertemu dengan pasien yang harus diamputasi, melihat keluarganya yang sedih, pasiennya yang pasrah dan berharap dengan dokter, MasyaAllah sekali rasanya. Ketika seorang dokter bukan hanya bertugas menyembuhkan tapi ada tugas yang terkadang masih banyak dilupakan oleh dokter, yaitu dukungan emosional.
Bersyukur sekali selama ini lebih kurang 4 tahun kuliah di FKUI, pengajar dan dokter konsulennya memberikan contoh yang baik dalam segala aspek termasuk aspek empati terhadap pasien. Kadang menjadi takut sendiri ketika memikirkan nanti jika aku sudah menjadi dokter. Takut sekali tidak bisa menjadi dokter yang diharapkan oleh guru-guru ku. Takut sekali mengecewakan mereka yang sudah mendedikasikan dirinya untuk mengajar. *Doain ya dok semoga aku dan teman-teman bisa menjadi penerus dokter, bisa menjadi dokter yang baik dan hebat seperti dokter*
p.s heheh enggak penting emang yang kali ini
p.s heheh enggak penting emang yang kali ini
Comments
Post a Comment